Jumat, 29 Juni 2018


Orang Dengan Ganggan Jiwa Yang Terlantar Dijalanan

Oleh : Widia AinunnisA (161101096)
Dosen pembimbig : Iswanto Karso,S.Kp,Rn.,M.Sc


            Jiwa merupakan tingkah laku yang didasarkan pada akal dan pikiran. Sedangkana gangguan adalah masalah pada akal, pikiran atau bagian tubuh lainnya. Gangguan jiwa yaitu terdapat masalah pada akal dan pikirannya. Orang dengan gangguan jiwa merupakan orang yang pikiran dan akalnya terganggu, sehingga saat orang tersebut akan melakukan suatu kegiatan tanpa berpikir. Hal itu terlihat dengan perilakunya yang tidak normal pada umumnya.
Orang dengan gangguan jiwa biasanya dapat menunjukkan perilaku yang baik dan ada juga yang buruk, dalam hal ini perilaku tersebut hanya dapat dilihat pada saat bertemu dengan orang yang memiliki gangguan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa yang baik biasanya tidak akan mengganggu warga sekitar yang ada dilingkungan tersebut sedangkan orang dengan gangguan jiwa yang buruk biasanya mengamuk tidak jelas dan dapat mengganggu masyarakat di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga dalam masalah ini sebaiknya orang dengan gangguan jiwa dibawa ke rumah sakit jiwa, dan mendapatkan pengobatan meskipun tidak dapat sembuh seperti orang normal pada umunya.
Kebanyakan orang dengan gangguan jiwa dibiarkan terlantar dijalanan dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat misalnya dibawa ke rumah sakit. Orang dengan gangguan jiwa yang terlantar di jalanan biasanya menjadi bahan Bully masyarakat sekitarnya yang dapat menyebabkan kerusakan mental yang semakin parah. Orang dengan gangguan jiwa yang terlantar juga dapat meresahkan dan membahayakan masyarakat sekitar, misalnya tiba-tiba mengamuk tanpa alasan, berjalan tanpa menggunakan pakaian, membawa senjata tajam dan menyakiti orang disekitarnya, berlarian di jalanan yang dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Bagus Utomo selaku ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) beranggapan bahwa sekitar 80% dari orang dengan gangguan jiwa yang banyak terlantar dijalanan adalah pengidap penyakit Skizofrenia (gangguan halusinasi). Faktor utama banyaknya orang yang dianggap memiliki gangguan kejiwaan banyak terlantar di jalanan adalah ketidak tahuan atau kurangnya pemahaman keluarga mengenai penyakit skizofrenia yang dapat diobati sehingga beranggapan bahwa apabila terkena penyakit gangguan jiwa tidak dapat sembuh yang apabila dirawat dirumah sakit jiwa hanya akan menghabiskan biaya tanpa ada gunanya serta hanya akan mempermalukan keluarga, dan orang yang memiliki penyakit skizofrenia merasa bahwa dirinya tidak sakit, tidak mengetahui keadaan dirinya sendiri.
Penyebab lain dari banyaknya orang dengan gangguan jiwa terlantar dijalanan yaitu karena keluarganya yang sudah putus asa merawat sehingga orang dengan gangguan jiwa tersebut dibiarkan telantar dijalanan oleh keluarganya. Minimnya dana dari pihak keluarga  untuk membawanya ke rumah sakit jiwa juga dapat menjadi faktor penyebab banyaknya orang dengan gangguan jiwa terlantar dijalanan. Masyarakat sendiri juga belum mengerti bagaimana cara penanganan orang dengan gangguan jiwa sehingga mengakibatkan banyak orang gangguan jiwa yang tidak tertangani secara tepat.
Karena pemahaman masyarakat yang sangat minim tentang gangguan jiwa, sebagian dari masyarakat banyak yang mengucilkan dan memperlakukan penderita gangguan jiwa semena-mena. Dalam hal ini keluarga dan masyarakat juga harus mengetahui bahwa penderita gangguan jiwa juga memiliki hak-hak sebagai manusia yang harus diperlakukan seperti orang normal lainnya, misalnya apabila salah satu anggota keluarga ada yang mengalami gangguan jiwa sebaiknya tidak diterlantarkan dijalanan karena mereka juga masih termasuk keluarga dan hendaknya keluarga memberikan kasih sayang, dukungan, motivasi dan merawatnya saat sakit. Peran masyarakat dalam menangani penderita gangguan jiwa juga dibutuhkan untuk menerima keadaannya dan tidak memandang sebelah mata mereka. Masyarakat juga hendaknya mengetahui bagaimana bersikap pada orang-orang sekitar yang memiliki gangguan jiwa tanpa marah-marah, misalnya memberikan mereka bantuan seperti bantuan pakaian yang layak dan makanan yang layak.
Penyakit gangguan jiwa adalah penyakit gangguan mental yang dapat disebabkan karena stress ataupun beban pikiran yang terlalu berat yang dapat menyerang siapa saja. Oleh karena itu apabila salah satu keluarga mengalami masalah maka sebaiknya menceritakan kepada keluarga lainnya ataupun orang lain yang dipercaya sehingga tidak menggangu pikirannya secara terus menerus sehingga menyebabkan gangguan pikiran yang dapat berpotensi menyebabkan gangguan jiwa. Gangguan jiwa bukan suatu masalah  yang penderitanya harus ditelantarkan dijalanan.

Kesimpulannya, untuk mengatasi banyaknya orang dengan gangguan jiwa yang terlantar dibutuhkan peran dari dalam diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Pada diri sendiri apabila merasakan beban fikiran yang berat agar tidak memendamnya sendiri. Keluarga hendaknya tidak membiarkan keluarganya yang mengalami gangguan jiwa terlantar dijalanan, karena penderita gangguan jiwa yang terlantar akan tidak terawat yang dapat menyebabkan penyakitnya akan semakin bertambah parah. Keluarga dapat memberikan perawatan sendiri dirumah  atau apabila keluarga pasien memiliki biaya dapat dirawat di rumah sakit jiwa. Di rumah sakit, pasien akan mendapatkan diagnosis mengenai penyakitnya serta mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat. Jika keluarga ataupun masyarakat yang menemui pasien dengan gangguan jiwa  bingung mengenai tindakan apa yang harus dilakukan,  maka sebaiknya dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada pelayan kesehatan yang terdekat maupun di rumah sakit jiwa, juga dapat melaporkan kepada dinas social terdekat.