Orang
Dengan Ganggan Jiwa Yang Terlantar Dijalanan
Oleh
: Widia AinunnisA (161101096)
Dosen
pembimbig : Iswanto Karso,S.Kp,Rn.,M.Sc
Jiwa merupakan tingkah laku yang
didasarkan pada akal dan pikiran. Sedangkana gangguan adalah masalah pada akal,
pikiran atau bagian tubuh lainnya. Gangguan jiwa yaitu terdapat masalah pada
akal dan pikirannya. Orang dengan gangguan jiwa merupakan orang yang pikiran
dan akalnya terganggu, sehingga saat orang tersebut akan melakukan suatu
kegiatan tanpa berpikir. Hal itu terlihat dengan perilakunya yang tidak normal
pada umumnya.
Orang dengan gangguan jiwa biasanya dapat menunjukkan perilaku yang baik dan
ada juga yang buruk, dalam hal ini perilaku tersebut hanya dapat dilihat pada saat bertemu dengan orang yang memiliki gangguan jiwa. Orang dengan gangguan jiwa yang baik
biasanya tidak akan mengganggu
warga sekitar yang ada dilingkungan tersebut sedangkan orang dengan gangguan jiwa yang
buruk biasanya mengamuk tidak jelas dan dapat mengganggu masyarakat di lingkungan tempat
tinggalnya.
Sehingga dalam masalah ini sebaiknya orang dengan gangguan jiwa dibawa ke rumah sakit jiwa, dan mendapatkan pengobatan meskipun tidak dapat sembuh
seperti orang normal pada umunya.
Kebanyakan
orang dengan gangguan jiwa dibiarkan terlantar dijalanan dan tidak mendapatkan
penanganan yang tepat misalnya dibawa ke rumah sakit. Orang dengan gangguan
jiwa yang terlantar di jalanan biasanya menjadi bahan Bully masyarakat sekitarnya yang dapat menyebabkan kerusakan mental
yang semakin parah. Orang dengan gangguan jiwa yang terlantar juga dapat
meresahkan dan membahayakan masyarakat sekitar, misalnya tiba-tiba mengamuk
tanpa alasan, berjalan tanpa menggunakan pakaian, membawa senjata tajam dan
menyakiti orang disekitarnya, berlarian di jalanan yang dapat menyebabkan
kecelakaan lalu lintas.
Bagus
Utomo selaku ketua Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia (KPSI) beranggapan
bahwa sekitar 80% dari orang dengan gangguan jiwa yang banyak terlantar
dijalanan adalah pengidap penyakit Skizofrenia (gangguan halusinasi). Faktor
utama banyaknya orang yang dianggap memiliki gangguan kejiwaan banyak terlantar
di jalanan adalah ketidak tahuan atau kurangnya pemahaman keluarga mengenai
penyakit skizofrenia yang dapat diobati sehingga beranggapan bahwa apabila terkena
penyakit gangguan jiwa tidak dapat sembuh yang apabila dirawat dirumah sakit
jiwa hanya akan menghabiskan biaya tanpa ada gunanya serta hanya akan
mempermalukan keluarga, dan orang yang memiliki penyakit skizofrenia merasa
bahwa dirinya tidak sakit, tidak mengetahui keadaan dirinya sendiri.
Penyebab lain dari banyaknya orang dengan gangguan jiwa
terlantar dijalanan yaitu karena
keluarganya yang sudah putus asa merawat sehingga orang dengan gangguan jiwa tersebut dibiarkan telantar dijalanan oleh
keluarganya. Minimnya
dana dari pihak
keluarga untuk
membawanya ke rumah sakit jiwa
juga dapat menjadi faktor penyebab banyaknya orang dengan gangguan jiwa
terlantar dijalanan. Masyarakat sendiri juga belum mengerti bagaimana cara penanganan orang dengan gangguan jiwa sehingga
mengakibatkan banyak orang gangguan jiwa yang tidak tertangani secara tepat.
Karena
pemahaman
masyarakat yang
sangat minim tentang gangguan jiwa, sebagian dari masyarakat banyak yang mengucilkan dan
memperlakukan penderita gangguan jiwa semena-mena. Dalam hal ini keluarga dan masyarakat juga harus mengetahui bahwa penderita gangguan
jiwa juga memiliki hak-hak sebagai manusia yang harus diperlakukan seperti orang normal
lainnya, misalnya apabila
salah satu anggota keluarga ada yang mengalami gangguan jiwa sebaiknya tidak diterlantarkan dijalanan karena mereka
juga masih termasuk keluarga
dan hendaknya keluarga
memberikan kasih sayang,
dukungan, motivasi dan merawatnya saat
sakit. Peran
masyarakat dalam menangani penderita gangguan jiwa juga dibutuhkan untuk menerima
keadaannya dan tidak memandang sebelah mata mereka. Masyarakat juga hendaknya mengetahui bagaimana
bersikap pada orang-orang sekitar
yang memiliki gangguan jiwa tanpa marah-marah, misalnya memberikan mereka bantuan seperti bantuan
pakaian yang layak dan makanan yang layak.
Penyakit gangguan jiwa adalah penyakit
gangguan mental yang
dapat disebabkan karena stress ataupun beban pikiran yang terlalu berat
yang dapat
menyerang siapa saja. Oleh karena itu apabila salah satu keluarga mengalami masalah maka
sebaiknya menceritakan
kepada keluarga lainnya ataupun orang lain yang dipercaya
sehingga tidak menggangu pikirannya secara terus menerus sehingga menyebabkan
gangguan pikiran yang dapat
berpotensi menyebabkan gangguan jiwa. Gangguan jiwa bukan
suatu masalah yang penderitanya harus
ditelantarkan dijalanan.
Kesimpulannya, untuk mengatasi banyaknya orang dengan gangguan jiwa
yang terlantar dibutuhkan peran dari dalam diri sendiri, keluarga, dan
masyarakat. Pada diri sendiri apabila merasakan beban fikiran yang berat agar
tidak memendamnya sendiri. Keluarga hendaknya tidak membiarkan keluarganya yang
mengalami gangguan jiwa terlantar
dijalanan,
karena penderita gangguan jiwa yang terlantar akan tidak terawat yang dapat menyebabkan penyakitnya akan
semakin bertambah parah. Keluarga dapat memberikan perawatan sendiri
dirumah atau apabila keluarga pasien memiliki biaya dapat dirawat di rumah sakit jiwa. Di rumah sakit, pasien akan mendapatkan diagnosis
mengenai penyakitnya serta mendapatkan perawatan dan pengobatan yang tepat. Jika
keluarga ataupun
masyarakat yang menemui pasien dengan gangguan jiwa bingung mengenai tindakan apa yang harus dilakukan, maka sebaiknya dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada pelayan kesehatan yang terdekat
maupun di rumah sakit jiwa,
juga dapat melaporkan kepada dinas social terdekat.